Mengapa kami memilih pengobatan kanker di Modern Cancer Hospital?

Di Indonesia, kanker payudara, kanker hati, kanker paru, kanker nasofaring dan berbagai jenis kanker lainnya semakin menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Berdasarkan data terbaru World Health Organization (WHO) :

Kanker payudara menempati angka penyebab kematian wanita sebanyak 21.4%, setiap tahun sekitar 19.730 wanita meninggal karena kanker payudara. Kanker hati menempati angka penyebab kematian pria sebanyak 12.3%, setiap tahun sekitar 12.681 pria meninggal karena kanker hati. Kanker paru menempati angka penyebab kematian pria sebanyak 21.8%, dan kematian wanita sebanyak 9.1%, setiap tahun sekitar 22.475 pria dan 8.390 wanita meninggal karena kanker paru.

Namun, terkena bukan berarti akhir dari segalanya. Pada 2017, pasien kanker payudara, kanekr hati, kanker paru dan kanker nasofaring ini memilih menjalani pengobatan ke luar negeri. Pengobatan minimal invasif berhasil membantu mereka mendapatkan kembali kesehatan.

Dibandingkan dengan operasi dan kemoradioterapi konvensional, apa saja kelebihan dari metode pengobatan kanker minimal invasif? Konsultasi sekarang

Memilih Metode Minimal Invasif, Saya Sudah Bertahan 11 Tahun

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pengobatan minimal invasif, kanker Indonesia, Cancer Survivor, kanker payudara, kanker hati, kanker paru, kanker usus

Tjhai Soe Dji berasal dari Indonesia. Bulan Juni 2009, Tjhai Soe Dji pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan karena nyeri hebat di perutnya. Hasil dari pemeriksaan di rumah sakit adalah kanker serviks stadium IV, hal ini membuat ia dan keluarganya putus asa. Karena takut akan operasi dan risiko tak terduga dari operasi, Tjhai Soe Dji dan keluarganya menolak saran dari dokter setempat untuk menjalani pengobatan di Singapura dan Malaysia. Keluarganya berusaha mencari metode pengobatan terbaik untuknya. Secara kebetulan, suami Tjhai Soe Dji mengetahui St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dari surat kabar. “Dijelaskan bahwa pengobatan komprehensif Minimal Invasif tanpa pembedahan, minim luka dan minim efek samping”. Tanpa keraguan sedikit pun, Tjhai Soe Dji datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dengan ditemani oleh sang suami.

Desember 2009, Tjhai Soe Dji pertama kali datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, melalui Intervensi + Imunoterapi + Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat serta pengobatan komprehensif lainnya, hingga sekarang Tjhai Soe Dji sudah bertahan selama 11 tahun, tumornya tidak mengalami kekambuhan dan penyebaran, kondisinya terkontrol dengan baik. (Baca selengkapnya)

Menolak Kemoterapi, Seorang Ibu dari Kanada Mendapatkan Kehidupan Baru di China

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pengobatan minimal invasif, kanker Indonesia, Cancer Survivor, kanker payudara, kanker hati, kanker paru, kanker usus

Nama saya Michelle Elsien Van Veen, asal Winnipeg, Kanada. Tahun 2013, saya didiagnosis kanker payudara stadium II. Karena mempertimbangkan efek samping pengobatan, saya menolak kemoradioterapi dan memilih reseksi payudara, namun kondisi saya tidak terkontrol secara efektif. Tahun 2017, kanker saya kambuh kembali bahkan memasuki stadium IV disertai penyebaran. Dokter di Kanada angkat tangan dan memvonis usia saya hanya tinggal 2 tahun. Melalui rekomendasi dari teman, saya datang ke St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Saat awal masuk rumah sakit, saya merasakan sakit yang luar biasa hingga tidak bisa bangun. Dokter melakukan Intervensi + Brachytherapy kepada saya, setelah menjalani pengobatan yang pertama, rasa sakit yang saya rasakan berkurang secara signifikan. Setelah menjalani 3 kali Intervensi dan 2 kali Brachytherapy, tumor saya perlahan mengecil. Sebelum keluar rumah sakit, saya bahkan dapat pergi berjalan-jalan, saat ini kondisi saya masih sangat sehat.

Yang ingin saya bagikan adalah : Sebagai pasien kanker payudara stadium lanjut, jangan menyerah dalam pengobatan dan jangan takut menjalani pengobatan di luar negeri. Ternyata kekhawatiran saya sebelum pergi ke luar negeri berlebihan, di sini ada dokter yang sangat berpengalaman dan penerjemah yang ramah, pasien dan keluarga akan merasa nyaman!

 (Baca selengkapnya)

Saya bertahan 7 tahun (2010-2017)

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pengobatan minimal invasif, kanker Indonesia, Cancer Survivor, kanker payudara, kanker hati, kanker paru, kanker usus

Kanker Paru stadium 2B--72 tahun

Pada Desember 2017, Benny terdiagnosa kanker paru stadium 2B, dengan ukuran tumor di paru kanannya sekitar 3.6cm. selain kanker paru, ia juga memiliki riwayat diabetes tipe 2, hipertensi tipe 2, hepatitis B, fatty liver dan sebagainya. Ditambah usianya yang sudah lanjut dan kondisi fisiknya, dokter di Jakarta hampir tidak ada yang berani memberikannya pengobatan kanker. Di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Benny menjalani Intervensi + Brachytherapy, dan pada Maret 2017, untuk ke-19 kalinya ia melakukan kontrol di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisinya tubuhnya dalam keadaan normal, tidak ada tanda-tanda kekambuhan. Dan hingga kini, ia sudah berhasil bertahan selama 7 tahun.

Baca kisah selengkapnya, klik :

Kanker nasofaring stadium lanjut, saya berhasil bertahan sampai 3 tahun

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, pengobatan minimal invasif, kanker Indonesia, Cancer Survivor, kanker payudara, kanker hati, kanker paru, kanker usus

Anni--Kanker Nasofaring stadium 4

September 2014, di sebuah rumah sakit besar di Indonesia, Anni terdiagnosa kanker nasofaring stadium 3. Ketika memahami tentang efek samping kemoterapi, ia dan keluarga memutuskan untuk mencari pengobatan yang lebih baik. November 2014, hasil pemeriksaan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou membuatnya dan keluarga terkejut, tidak sampai 2 bulan, kanker nasofaringnya menjadi stadium 4! Pada Januari 2015, setelah menjalani 2 kali Intervensi, hasil CT menunjukkan sel tumornya sudah tidak lagi aktif, ia hanya perlu melakukan kontrol.

Saat melakukan kontrol Agustus 2017, hasil pemeriksaan saat itu membuatnya sangat senang : hasil CT di belakang telinganya menunjukkan tumor nasofaringnya sudah hilang, tidak ada tanda-tanda kekambuhan. Hingga kini ia sudah berhasil bertahan selama 3 tahun.

Baca kisah selengkapnya, klik :

Untuk pertanyaan lebih banyak tentang pengobatan kanker minimal invasif, silakan menghubungi 

0812 978 978 59.

Hasil pengobatan pada setiap pasien berbeda-beda tergantung oleh kondisi masing-masing, informasi ini digunakan sebagai referensi saja, bukan untuk patokan akhir pengobatan pasien lain. Jika Anda ingin mendapatkan informasi pengobatan secara langsung, Anda dapat melakukan konsultasi online atau menghubungi kami di 0812 9789 7859. Kami dengan senang hati membantu Anda. Terimakasih.

Pre: Partikel Kecil, Efek Besar – Harapan Pengobatan Baru Untuk Tumor Padat!

Next: Pengobatan Minimal Invasif, membuat Saya berani hadapi Sarkoma Sinovial

Medan Office

Alamat : Komplek Multatuli Indah Blok CC-21, 20151 Sumatera Utara - Medan

Reservasi konsultasi : +62 (0)614 5768 21, +62 (0)821 6578 4777

Surabaya Office

Alamat : Jl. Raya Dinoyo no 21A, Kel. Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya 60265

Reservasi konsultasi : 0315688999 , 0315685057 , 0315685058

Jakarta Office

Alamat : MENARA CITICON lt. 11 blok C2 Jl. Letjen S.Parman kav 72 Slipi - Jakarta Barat

Reservasi konsultasi : 081297897859 , 085211194878

Untuk tampilan yang lebih baik, silahkan tegakkan HP/Gadget Anda