Multiple myeloma, diagnosa, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou

Ahli onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menjelaskan, bahwa multiple myeloma merupakan salah satu penyakit medis yang sering salah terdiagnosa. Secara klinis, sering salah didiagnosa sebagai “osteoporosis”, “kanker yang metastase hingga ke tulang”, “tuberkulosis tulang”, “penyakit ginjal”, “kambuhnya pneumonia”, “infeksi saluran kemih” dan sebagainya. Jadi saat pasien menemukan kelainan pada tubuhnya, saat menjalani diagnosa diharuskan lebih hati-hati, untuk menghindari terjadinya salah diagnosa. Lalu, apa saja cara pendiagnosaan multiple myeloma?

1. Pemeriksaan X-ray

Saat melakukan pemeriksaan X-ray, ketika tulang mulai terasa lelah, anda akan menemukan kerusakan pada sebagian besar Chuanzao atau osteoporosis, terdapat hiperplasia tulang baru yang bersifat non-reaktif, ini adalah karakteristik dari myeloma. Oleh karena itu, banyak fraktur patologis. Saat terjadi sesuatu pada korpus vertebra, dapat menyebabkan fraktur kompresi. Saat terjadi fraktur patologis pada tungkai, bisa menimbulkan sedikit hiperplasia periosteum tulang baru yang bersifat reaktif. Kekhasan myeloma di tulang parietal pada X-ray adalah Chuanzao atau osteoporosis yang tidak beraturan yang dapat langsung dikenali. Tetapi pada saat tulang panjang pada tulang punggung bermasalah, kerusakan kualitas tulang berada pada tahapan yang berbeda-beda, dan pada pemeriksaan X-ray biasanya tidak dapat dibedakan dengan osteosarcoma osteolitik atau penyebaran.

2. Sitologi

Penyuplai darah ke tumor bermacam-macam, ada yang berwarna merah gelap atau merah tua, biasanya cenderung lembut dan rapuh. Biopsi sumsum tulang dapat menemukan sebagian besar kelainan pada sel plasma. Protein serum yang meningkat, A/G yang mengalami inverse, kelainan pada elektroforesis protein yang menunjukkan peningkatan pada β-globulin dan r-globulin. Mungkin juga muncul fenomena leukemia. Lebih dari 40% pasien memiliki hasil protein Bence Jones positif pada urinnya. Selain itu, ada pula peningkatan pada kalsium, kelainan pada elektroforesis protein urin dan lain-lain.

3. Pemeriksaan fisik

Pada multiple myeloma terdapat periode asimtomatik tak terbatas, sejumlah pasien mengalami gejala awal seperti nyeri punggung, yang disertai dengan anemia dan kaceksia. Ada pula pasien yang menjalani pemeriksaan dikarenakan fraktur patologis. Gejala utama multiple myeloma adalah nyeri tulang yang terus menerus, dan semakin serius. Banyak pasien yang mengalami nyeri di berbagai tempat. Sekitar 40%-50% pasien mengalami fraktur patologis. Mudah juga muncul gejala paraplegia dan gejala kompresi akar syaraf.

4. Tes urin

Dalam tes urin sering ditemukan proteinuria dan hematuria, jarang ditemukan silindruria. Terkadang anda dapat melihat sel pulpa (tumor).

5. Tes fungsi ginjal

Fungsi ginjal sering mengalami gangguan, terlebih pada tahap stadium lanjut dan akhir. Tes kreatinin dalam serum, Tes darah BUN (BUN blood test), GFR (Gromerular filtration rate), Urinary Phenolsulphonphthalein (Phenol Red) Excretion Test, renography radionuklida dan lain-lain dapat menentukan apakah fungsi ginjal mengalami gangguan serta tingkat kerusakannya.

Ahli onkologi St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou menghimbau, jika anda terdeteksi multiple myeloma, segeralah menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit.

Medan Office

Alamat : Komplek Multatuli Indah Blok CC-21, 20151 Sumatera Utara - Medan

Reservasi konsultasi : +62 (0)614 5768 21, +62 (0)821 6578 4777

Surabaya Office

Alamat : Jl. Raya Dinoyo no 21A, Kel. Keputran, Kec. Tegalsari, Surabaya 60265

Reservasi konsultasi : 0315688999 , 0315685057 , 0315685058

Jakarta Office

Alamat : MENARA CITICON lt. 11 blok C2 Jl. Letjen S.Parman kav 72 Slipi - Jakarta Barat

Reservasi konsultasi : 081297897859 , 085211194878

Untuk tampilan yang lebih baik, silahkan tegakkan HP/Gadget Anda